Kereta Api Jurusan Purwosari

Jam 19:00 aku menuju Stasiun kereta Api menanti kedatangan kereta Kahuripan kelas Ekonomi, dengan menebus tiket sebesar 26.000,- itu harga tiket saat itu sekarang berkisar 35000,-  Kereta yang aku tunggu baru datang nanti sekitar jam 20.00, kalau tidak salah, masih banyak waktu untuk bersantai, aku duduk-duduk di taman yang berada tepat di depan gerbang stasiun sambil menikmati makanan ringan yang aku bawa, aku harus cukup makan malam ini karena aku akan begadang semalaman.

Stasiun Purwosari

Barang bawaan ku tidak terlalu banyak hanya beberapa pasang baju ganti, sendal jepit dan makanan serta minuman ringan buat di atas kereta, tentunya satu yang tidak pernah ketinggalan kamera :D

untuk mengabadikan momen-momen yang aku anggap penting saat di perjalanan .. :D

Waktu tak terasa kereta yang aku tunggu sudah tiba saatnya aku masuk dan menuju kereta untuk mencari bangku yang sesuai dengan nomer tiket ku, oww ternyata aku di pingir dekat jendela, lumayan ada udara sejuk yang masuk ke dalam kereta melalui celah-celah kaca yang sudah macet, maklum kereta yang aku tumpangi jenis kereta yang paling murah jadi sesuai dengan kondisi.. :D

Berapa menit kemudian kereta mulai jalan peluit panjang mulai di kumandangkan pelan-pelan kereta mulai bergerak terasa berkelak kelok seperti ular yang hendak menyergap mangsanya, namun kemudian berubah menjadi kencang dan suara berisik kereta mulai teredam .. :D

Ow.. iya aku duduk di bangku berdua dengan orang yang tak ku kenal Ibu- ibu yang setengah baya dengan ku ramah dan lembut tutur katanya.. :D

Beliau hendak ke Djogja dan turun di stasiun lempuyangan, hemm beda beberapa menit saja waktu turunnya dengan ku nanti.. :D   lumayan ada teman begadang semalaman kami bercerita dan saling bertukar pendapat selama perjalanan mulai berbicara soal kereta yang kualitasnya kurang bagus sampai cerita soal keperluan wanita … :D

sesekali kami diam karena kami juga lelah atau tak ada lagi yang kami jadikan bahan untuk menjadi pembicaraan, hanya suara roda besi yang kami dengar dan pemandangan luar yang sangat pekat,  karena kereta yang kami tumpangi melewati jalur-jalur luar kota, aku memandang sekitar ku hampir 80% orang dalam kereta tertidur dengan lampu-lampu gerbong yang terus menyala terang, banyaknya pedagang asongan yang di dalam kereta kadang menjadi hiburan tersendiri selama perjalanan ku mulai dari menawarkan kopi, teh hangat dan cemilan yang beraneka rasa, tapi aku tak begitu tertarik karena dalam rangsel ku pun cukup bekal untuk satu malam. . :D

Suasana yang menyebalkan mulai datang kereta harus berhenti di tengah sawah karena akan ada kereta mewah yang melintas dan kereta kami pun harus mengalah untuk menepi dulu, aku berguma “kereta kok aneh ngalah untuk di salip .. :(

Ternyata benar di negeri ini dilihat dari semua segi yang lemah harus ngalah … :D

“Monggo-monggo den silakan lewat :P

Kereta berhenti hampir 1/4 jam rasanya seperti dilanda musim kemarau di dalam gerbong sangat panas :(

tapi itu perjuangan jiwa petualang mengalir dalam darah ku tak ada kata menyerah :)

Atau jiwa hemat .. :D entah lah yang penting Happy .. :)

Akhirnya kereta ku melaju lagi dan beberapa kali harus singgah di stasiun berikutnya untuk menik dan turunkan penumpang hingga nanti giliran ku turun..

Waktu pun berlalu malam menjadi pagi yang remang-remang aku sadar betul bagai mana wajah ku di pagi hari yang tidak tidur semalaman jauh dari kata cantik .. :D tapi tidak apa yang penting Happy .. :D

pukul 07:00 ibu yang berada di sebelah ku pun harus turun karena sudah sampai tujuan stasiun lempuyangan kereta yang aku tumpangi tidak berhenti di stasiun Tugu karena bukan kereta mewah jadi cukup di stasiun yang sederhana saja tetep begini lah cermin negeri ku yang murah ya seadanya saja .. yang penting Happy .. :D

Kereta kembali melaju kali ini aku bersiap untuk turun tak lama lagi aku akan meninggalkan gerbong kereta ini, semua bawaan ku yang di rangsel ku pastikan tak ada yang tertinggal .. semua lengkap sip.. :D

sebelum turun ku poles sedikit wajah ku dengan bedak padat agar tak begitu pucat dan biar sedikit PD … :D yang penting Happy … :D

Horrrreee…. saatnya turun, stasiun porwosari di depan mata …

Kota Solo aku datang .. waktunya berpetualang dari gunung sampai pantai … :D meskipun bekel minim yang penting Happy .. :D

Aku masih ingin berkunjung ke kota-kota yang belum ku kenal dan Berpetualang itu menyenangkan … :D

YANG PENTING HAPPY … :D

*cerita petualangan ku di tahun 2009

By: ita soraya

Pulang Kampung

Sudah  lama aku meninggalkan tanah papua kini saatnya untuk pulang kampung, menemui sanak saudara dan handaitaulan, rinduku sudah tak terbendung lagi seribu rencana terbesit di otak ku apa yang hendak ku lakukan dengan waktu yang singkat, aku tak ingin melewatkan sesuatu yang berharga di kampung halaman ku.

Jarak yang ku tempuh lumayan jauh, aku harus betul-betul mempersiapkan bekal dan kesehatan fisik, mulai dari obat-obatan, makanan dan uang secukupnya untuk di perjalanan. Dari rumah aku menggunakan jasa Trevel menuju bandara, alasannya adalah lebih menjamin keselamatan ku di perjalanan dengan catatan harus trevel yang sudah terpercaya.

Pesawat yang aku tumpangi baru akan terbang jam 11 malam, sedangkan aku sampai di bandara jam 5, lumayan melelahkan. .. :(

Perut rasanya mulai ingin di isi dan memang saatnya makan malam, untungnya aku sudah mempersiapkan semuanya, nasi putih with gepuk menu yang cocok untuk perjalanan jauh tidak berkuah dan kering lebih tahan lama… :)

Tengah malam nanti pesawat yang ku tumpangi sudah transit di Makasar tapi tidak lama hanya 30 menit saja, dan kemudian pesawat akan membawa ku menuju Manokwari kampung halaman ku …:)

Cubit aku kali ini seperti mimpi …:)

Tugu Selamat Datang

Manokwari aku pulang…:)

Dari bandara menuju Wosi (kampung jawa) aku menggunakan jasa ojek dengan tarif 10.000 namun itu pun ternyata kemahalan tarif biasanya hanya 5000,- saja, tapi tidak apa-apa yang penting selamat sampai tujuan …:)

Ada 2 jenis angkutan yang bisa aku gunakan menuju ke kampung ku Damri dan Mini Bus, masing – masing mempunyai jadwal keberangkatan yang beda, dan aku memilih mini bus, jam 2 siang baru berangkat menuju rumah ku, masih ada waktu sejenak untuk istirahat membersihkan bandan di rumah kawan lama.. :)

suasana terminal Wosi tidak banyak berubah, masih seperti dahulu hanya ada penambahan beberapa bangunan baru dan beberapa armada baru yang entah tujuan mana, masih teringat jelas sama seperti aku meninggalkan Manokwari…:)

Terminal Wosi

Terminal Wosi

Aku bisa memperkirakan jam berapa sampai di rumah,  jarak tempuh yang harus dilalui sekitar 110 km dan biasanya dengan mini bus membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam itu kalau tidak ada halangan jadi sampai rumah sekitar jam 4 sore, masih ada waktu buat main ke kebun … :)

Pemandangan di sepanjang  jalan sungguh menakjubkan, ada pantai yang indah, hamparan pohon sawit,  jembatan yang membentang panjang, pegunungan yang indah, hutan rimba yang perawan dan masih banyak lagi, kita lihat saja buktinya … :)

Pantai di tepi jalan

Perkebunan sawit

Sungai Wariori

pegunungan

Heemm sedap di pandang mata… :)

meski pun 2 jam di perjalanan tidak berasa lama sejuk sekali udaranya, tidak seperti di kota panas dan pengap.. :(

Sepertinya jantung kian berdebar, sebentar lagi memasuki kawasan Sidey tempat tinggal ku, aku pengen peluk bapak kangen banget dengan beliau :’(

Kampung ku memang sepi karena aktivitas siang hari kebanyakan sebagai buruh di perusahaan sawit, dan akan terlihat berpenghuni saat jam pulang kerja di sore hari begitu seterusnya kecuali hari minggu dan hari libur nasional .. :)

Ini beberapa gambaran kawasan Sidey … :)

Sidey Jaya

Sidey Baru

Sidey Makmur

Beberapa foto pantai di Manokwari juga aku sepat mengabadikannya, tak kalah indah dengan pantai-pantai yang lainnya.

Semoga banyak wisatawan domestik mau pun mancanegara yang berminat untuk menikmati indahnya alam kita di pulau Cendrawasi.. .. :)

Pantai Sidey

Aku dan Pantai Sidey

Pasir Putih

Pantai Bakaro

Hanya satu hal yang sangat disayangkan kurangnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya menjadikan pantai terlihat kurang rapi dan menimbulkan bau yang kurang sedap, semoga saja semua pengunjung dan penduduk yang tinggal di sekitar pantai sadar bahwa membuang sampah pada tempatnya itu sudah menjadi keharusan yang di turunkan kepada generasi berikutnya… :)

Lebih baik menyimpan sampah kemudian membuangnya setelah menemukan tempat sampah dari pada membuang sembarangan di sepanjang jalan … :)

Malam sudah larut jari ku pun sudah mulai lelah ku akhiri catatan kecil ku tentang pulang kampung .. :)

Terimakasih yang sudah mampir sampai jumpa kembali … :D

By: Ita Soraya.